Perbedaan Seks (jenis kelamin) dan Gender
Istilah gender harus dibedakan dengan istilah jenis kelamin (seks). Ann Oakley, ahli sosiologi Inggris merupakan orang yang mula-mula memberikan perbedaan dua istilah itu. Pentingnya pemahaman dan pembedaan antara konsep seks dan gender adalah dalam rangka melakukan analisis untuk memahami persoalan-persoalan ketidakadilan sosial khususnya yang menimpa kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena ada kaitan yang erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities) dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara lebih luas.
Jenis kelamin merupakan ciri biologis manusia yang diperoleh sejak lahir sehingga biologis dibagi menjadi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dengan ciri fisik yang berbeda. Misalnya bahwa manusia yang laki-laki mempunyai penis, jakun, dan memproduksi sperma, sedangkan perempuan adalah manusia yang memiliki vagina, rahim, sel telur, dan alat menyusui. Ciri biologis ini akan melekat selamanya dan tidak bisa dipertukarkan.
Gender merupakan ciri yang melekat pada perempuan yang dikonstruksi secara social maupun cultural dengan mengaitkannya pada ciri biologis masing-masing jenis kelamin. ( Fakih dalam bukunya Achmad Muthali Achmad 2001 : 22).
Ciri biologis khusus yang dimiliki perempuan, yang pada umumnya untuk reproduksi, secara sosial maupun cultural direpresentasikan sebagai makhluk yang lemah lembut, cantik, emosional sekaligus keibuan. Sifat inilah yang sering disebut dengan istilah ”feminim” .Sementara laki-laki dengan ciri fisik yang dimiliki, dipandang kuat, rasional, jantan dan perkasa, sifat ini diberi atribut sifat yang ”maskulin”. Sifat yang dikontruksi secara social dan cultural ini dapat dipertukarkan. Maksudnya laki-laki dapat memiliki sifat lemah lembut, keibuan, dan emosional. Sebaliknya, permpuan biasa bersifat kuat, rasional, dan perkasa. Pertukaran sifat atau ciri tersebut tergantung zaman, latar budaya, maupun stratifikasi social yang mengintarinya. Pada latar budaya, maupun dan kelas social tertentu, perempuan dikontruksi untuk mengurus anak dan suami dirumah, sedang laki-laki mencari nafkah diluar.
Sebaliknya dalam latar budaya dan kelas sosial yang lain, perempuanlah yang bekerja mencari nafkah di luar rumah, sedang laki-laki mengasuh anaknya di rumah. Semua hal yang biasa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan perkembangan waktu dan budaya yang di sebut ”konsep gender”. Jadi bukan ciri biologis yang melekat secara alamiah dan kodrati.
| Skema Perbedaan Seks dan Gender | |||||
| Seks (Jenis Kelamin) | Gender | ||||
| $ | $ | ||||
|
|
| ||||
| $ | $ | ||||
| Pemberian Tuhan | Diajarkan melalui sosialisasi | ||||
| $ | $ | ||||
| Tidak dapat diubah | Dapat diubah | ||||
| $ | $ | ||||
|
| Peran gender | ||||
|
| $ | ||||
$ $
| Memasak,merawat anak untuk perempuan. Pegawai kantor, kepala rumah tangga untuk laki-laki | ||||
Perbedaan Seks dan gender di lihat dari aspek sumber dan unsur pembeda, sifat dampak dan keberlakuannya dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
| No | Karakteristik | Seks | Gender |
| 1 | Sumber pembeda | Tuhan | Manusia /masyarakat |
| 2 | Unsur Pembeda | Biologis (alat reproduksi) | Kebiasaan/budaya |
| 3 | Sifat | Kodrat, tertentu dan tidak dapat dipertukarkan | Harkat,martabat dan dapat dipertukarkan
|
| 4 | Dampak | Terciptanya nilai-nilai kesempurnaan, kenikmatan, kedamaian sehingga menguntungkan kedua belah pihak | Terciptanya norma-norma tentang pantas atau tidaknya dan sering merugikan salah satu pihak |
| 5 | Keberlakuan | Sepanjang masa, dimana saja, tidak mengenal perbedaan kelas | Dapat berubah dan berbeda antar kelas |
Dari uraian dan skema diatas dapat disimpulkan, bahwa gender dan jenis kelamin terdapat perbedaan yang mendasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar